jasa import borongan door to door

Begini 4 Pola Dalam Proses Jasa Import Borongan Door to Door

Dalam pengiriman barang antar wilayah,  tentu membutuhkan jasa import door to door yang dapat membantu dalam menangani pengiriman dan penerimaan barang yang sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Jika tidak sesuai sedikit saja, kegiatan pengiriman dapat dianggap ilegal atau terlarang.

Meskipun dapat disebut terlarang, bukan berarti dilarang kegiatannya, para importir harus mematuhi serta memenuhi segala aturan serta regulasi ketika pendaftaran hingga barang selesai diterima atau sampai ke tujuan untuk dapat melakukan impor borongan termasuk untuk para pelaku jasa import export.

Peraturan Pemerintah Mengenai Jasa Import Borongan Door to Door

jasa import borongan door to door

Semakin dewasa ini, peraturan yang telah dibuat sebelumnya mengenai kegiatan impor semakin diperhatikan dan semakin diperketat. Seperti pada tahun 2016 salah satunya, melalui menteri keuangan, pemerintah menggalakan pemberantasan impor yang terlarang atau ilegal.

Kemudian adanya penetapan status Redline (jalur merah) yang biasanya status redline hanya memerlukan 2-3 minggu untuk dapat mengeluarkan suatu barang. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai hal tersebut.

Hal ini terkadang menyebabkan pihak Bea dan Cukai yang tidak segan-segan mengirim kembali barang impor kenegara asal barang tersebut dengan biaya pengembalian yang justru dibebankan kepada importir.

Tentu yang demikian akan membuat para penyedia jasa import borongan door to door menjadi cukup sulit untuk mendapatkan permintaan pada jasa Impor borongan. Padahal Impor borongan ini dapat menjadi salah satu jalan bagi para pengusaha berkomoditas menengah kebawah agar bisa mendapatkan keuntungan.

Pola Dalam Jasa Import Borongan Door to Door

jasa import borongan door to door

Setidaknya dalam proses jasa import borongan terdapat 4 pola yaitu sebagai berikut.

– Perusahaan ekspedisi hanya berperan sebagai pengangkut door to door

Door to door disini berarti dari tempat supplier menuju ke tempat penerima barang atau disebut importir atau final delivery, kegiatan ini tentu saja legal. Sedangkan Untuk proses seperti administrasi Bea Cukai, pembayaran bea masuk dan pajak – pajak import serta pemenuhan izin – izin import seluruhnya dilakukan oleh importir dan dibayar semua pungutan negara tersebut secara benar jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan biasanya dapat dibantu pula oleh para penyedia jasa custom clearance.

Freight Forwarder atau perusahaan ekspedisi bertindak sebagai “importir” dan memiliki Izin

Sebenarnya dalam hal ini, pihak penyedia importir menggunakan legalitas atau perizinan import yang dimiliki oleh bagian ekspedisi dalam proses impornya. Dengan demikian importir tersebut terdaftar secara resmi di negara atas nama perusahaan ekspedisi dengan semua pungutan negara terkait impor, dibayarkan dengan benar serta sesuai dengan ketentuan.

 Tidak ada peraturan yang tegas terkait pola ini bagi para penyedia jasa import borongan door to door menjadikan status legal atau tidaknya menjadi tidak jelas.

Freight forwarder atau perusahaan ekspedisi bertindak sebagai “importir” manipulasi data

Tidak jauh berbeda dengan pola ke 2, hanya saja terdapat proses manipulasi data yang dilakukan oleh oknum ekspedisi serta oknum bea cukai, yaitu dengan mengecilkan nilai bea masuk serta pajak yang dibayarkan ke negara yang menjadikannya pola yang ilegal.

– Freight Forwarder hanya berperan sebagai pengangkut door to door dan pada saat proses impor tidak menggunakan dokumen legalitas yang seharusnya

Hal ini dapat terjadi jika terdapat kerjasama antara oknum perusahaan ekspedisi, serta oknum petugas dari instansi terkait seperti bea cukai, dan lain sebagainya dalam meloloskan barang impor tersebut dan tentu saja kegiatan ini sangat ilegal.

Itulah beberapa pola yang dapat Anda fahami sebelum menggunakan ataupun membuka jasa import borongan door to door. Semoga bermanfaat.

You May Also Like